Mengabadikan Keindahan Bromo dalam Bidikan Lensa, 27-29 Oktober 2017

warna warni pagi di Bromo

Warna-warni Bromo pagi hari. Seruni Point view.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur, yang terletak di wilayah administratif  Kab. Pasuruan, Kab. Malang, Kab. Lumajang dan Kab. Probolinggo. Bagi Wisatawan, kawasan gunung Bromo merupakan daya tarik utama di TNBTS. Namun bagi para pendaki, tentu saja gunung Semeru lebih menarik untuk dijelajahi. Bagi saya, keduanya sama-sama menarik dan setimpal untuk dikunjungi.

Awal November 2014 pertama kali saya wisata ke Malang bareng Triphemat, dengan tujuan utama gn. Bromo  dan air terjun di sekitar gn Bromo. Lalu Mei 2017 kemarin trekking ke Gn Semeru untuk camping di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Seakan ada magnet tersendiri untuk berkunjung kembali ke Bromo, saat gws tours posting jadwal opentrip Bromo, sejak jauh-jauh hari saya mengomentari postingan tsb kalau ingin join yang jadwal akhir Oktober. Namun berbagai kesibukan membuat saya lupa dengan rencana tersebut dan terlewat untuk mendaftar. Karena trip akhir pekan dan menggunakan moda kereta api, tentu saja harus dikonfirmasikan jauh-jauh hari jika tidak ingin kehabisan tiket kereta.

Lalu, kira-kira akhir bulan September 2017 linimasa FB Andri move on trip ada info camping ke Papandayan tgl 27-29 Oct, niatnya pingin join biar ga #kurangpiknik, ehh maksudnya biar olahraga sekalian menghirup udara segar. Ternyata saat Kas berniat mendaftar untuk dua orang sudah kehabisan seat. Baiklah, nanti cari tempat dan jadwal piknik lain. Lalu awal Oktober, linimasa facebook muncul flyer potretindonesia.tour-nya mas Ranar, jadwal ke Bromo tgl 27-29 Oktober. Sebelum berubah pikiran dan kehabisan seat, setelah memperoleh info lengkap saya langsung daftar untuk ikut potretindonesia.tour ke Bromo. Tentang potretindonesia.tour, sebetulnya bulan Agustus kemarin saya sudah sempat ingin ikut trip ke Jogja, tapi ternyata waktunya bareng dengan kegiatan manasik, sehingga saya tidak jadi ikut.

Jum’at, 27 Oktober 2017.

Karena trip mulai dari hari Jum’at, dengan berbagai pertimbangan saya memilih penerbangan Citilink CGK-SBY yang paling pagi. Meeting point di Bandara Juanda dijadwalkan jam 09.00, namun sejak jam 6.30 pagi saya sudah duduk manis di pojokan café Bandara Juanda dan membuka laptop. Lumayan, masih ada waktu beberapa jam bisa mencicil beberapa pekerjaan untuk hari Senin #kadangkadangrajin :).

Satu demi satu peserta trip berdatangan sesuai jadwal penerbangan yang dipilih. Mas Ranar sendiri sudah ada di Surabaya sejak hari Kamis. Lalu pak Didik juga sudah menginap di Surabaya sejak semalam. Ada pak Nugroho juga pak Hery Januar yang menggunakan penerbangan pagi dari Jakarta, lalu pak Deddy menggunakan kereta api dari Semarang. Jam 09.00 semua peserta sudah berkumpul, minus mas Adam yang menyusul sore hari. Mobil Jemputan juga sudah tiba. Waktunya menyusuri jalanan menuju Kawasan Bromo. Dalam perjalanan kami singgah untuk beristirahat dan menikmati makan siang di Rawon Nguling, Probolinggo, tempat makan rawon yang cukup terkenal. Perjalanan Surabaya – Penginapan, cukup lancar dan nyaman dengan long ELF yang dikemudikan oleh mas Farid, didampingi mas Rahmad hanya terisi total 8 orang saja. Sekitar jam 15 kami tiba di penginapan Rahayu yang akan menjadi tempat istirahat kami selama 2 hari kedepan.

Setelah beristirahat sejenak di penginapan dan mempersiapkan perlengkapan, rombongan segera bersiap menuju gn Bromo dengan diantar Jip oleh mas Agung dan team. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit kami sudah tiba di kawasan lautan pasir gunung Bromo. Kami sempat berhenti sejenak dan selfie-selfie di tugu penanda kawasan yang baru. Kawasan gunung Bromo sore itu cukup sepi, tidak ada pengunjung lain selain rombongan kami, karena pada umumnya wisatawan berkunjung di kawasan Pasir berbisik / lautan pasir pagi hari.

Hunting photo sesi pertama sore ini, konsep human interest, ada penari Ojung yang akan berlaga menjadi obyek photo kami dan photo sunset di Bromo. Mas Ranar, sebagai EO dan mentor memilih lokasi spot photo dan mebimbing peserta untuk setting kamera dan lain sebagainya. Saya satu-satunya peserta non photographer dan newbie, anak bawanglah hahahaha. Peserta lain semua  photographer professional dan berpengalaman. Mereka ikut phototour dan hunting bareng lebih untuk kemudahan transportasi dan pemilihan spot yang sudah ditentukan oleh EO. Sedangkan saya ikut phototour pingin jalan-jalan sekaligus belajar dari para photografer.

tari ojung1

Tari Ojung, Tarian Tradisional suku Tengger


tari ojung2

Penari Ojung dan Guratan Pasir nan menawan


lembayung senja

Lembayung Senja.

Lepas matahari tenggelam dan langit mulai gelap, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat sambil menunggu kedatangan mas Adam yang menyusul sore hari.  Setelah peserta lengkap semua, sekitar jam 19 kami makan malam di sekitar penginapan. Selanjutnya hunting photo malam di kawasan kebun bawang dengan view gn Batok. Sayang untuk sesi photo malam ini, saya tidak memperoleh photo yang ok.

DSCF3955

Ladang bawang dan Rembulan

Sabtu, 28 Oktober 2017.

Phototour alias Jalan-jalan versi photograger dengan tujuan utama hunting photo tentu berbeda dengan versi wisata biasa. Untuk memperoleh photo yang bagus tentu harus menuju ke titik yang tepat pada saat yang tepat pula. Untuk itu saat dini hari, sebelum fajar menyingsing kami sudah bersiap untuk menuju kawasan Bromo, di kaki gn Batok untuk persiapan photo menjelang sunrise dan photo pagi di kawasan gn Bromo. Dari penginapan kami diantar ojek yang telah dipesan untuk menuju kaki gn Batok. Kawasan gn Bromo pagi itu sepi, sunyi mencekam. Hanya terdengar deru motor rombongan kami. Rasanya butuh keahlian khusus untuk bisa mengendarai motor dan melewati lautan pasir agar tidak slip di Jalan. Setibanya di titik yang telah dipilih mas Ranar untuk kami  hunting pagi itu, semua peserta menyiapkan kamera dan tripod. Seorang talent penunggang kuda disiapkan agar menambah keindahan photo-photo kami pagi itu. Cuaca yang cerah dan bersahabat, tentu sangat menunjang kegiatan hunting pagi itu. Hasilnya photo-photo yang indah terekam dalam bidikan kamera kami.

menjelang sunrise-quite moment

Quite moment. Before Sunrise


menanti mentari pagi-kuda

Menanti mentari pagi


Penunggang Kuda1

Saat mentari mulai bersinar

Saat hari mulai terang, sekitar jam 06.00 kami segera berpindah spot, menuju lokasi tempat photo sore kemarin dan akan dilanjutkan menuju sisi lain dari gn Batok. Pagi itu para wisatawan mulai berdatangan untuk menikmati keindahan gunung Bromo dan mendaki/naik tangga untuk menyaksikan kawah gn Bromo dari dekat.

semangat pagi-1

Semangat Pagi


candid-hunting blue

Candid photo by pak Hery Januar


penunggang kuda-semangat1

Tetap Semangat..

Selepas dari spot kedua, sebelum menuju spot lain kami mampir di warung untuk sarapan.  Segelas kopi dan semangkuk Indomie cukup mengenyangkan pagi itu. Ya, untuk trip ke bromo ini saya sama sekali tidak membawa bekal buah, tidak sempat belanja ☹ jadilah pagi-pagi menikmati sarapan mie instant. Sekali-sekali boleh deh ya hahahaha.

Tugu Bromo

Narsis di Tugu Bromo yang kekinian.


gn batok sisi lain-pasir

Gn Batok dari sisi yang berbeda


Bromo sisi lain-pasir

Pasir berbisik.

Cuaca cukup cerah di kawasan gunung Bromo pagi itu. Sekitar jam 09.00 matahari sudah terasa menyengat. Kami segera kembali menuju penginapan untuk beristirahat dan menunggu waktu makan siang. Sekitar jam 13 kami keluar untuk menikmati makan siang di warung sekitar penginapan.    Kawasan wisata Bromo Tengger Semeru dengan alamnya yang indah menjadi magnet tersendiri buat wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara. Sayangnya di sini tidak banyak pilihan tempat makan yang representative, kurang cocok bagi penggemar wisata kuliner. Selepas makan siang, kami masih memiliki banyak waktu sebelum sesi hunting sore.

Tidak adanya lokasi wisata budaya yang dapat kami kunjungi, misalnya tempat pengrajin aneka souvenir khas tengger membuat kami nyaris mati gaya untuk mengisi waktu. Akhirnya mas Rahmad mengajak kami singgah di Galery photo milik maestro photografer (Bp Sigit Pramono) untuk mengisi waktu dan menikmati kopi di Cofeeshop yang cukup nyaman, Jiwa Jawa  Coffee. Segelas kopi pesanan kami masing-masing menambah hangat suasana obrolan kami.  Meski masih nyaman duduk di teras cafe dan menikmati obrolan kami, namun kami harus segera beranjak untuk hunting sesi sore. Hmmm.. ngomong2 ini kopi ke-4 sejak hari Kamis kemarin. Setelah sekian lama  bisa melupakan kopi, semoga tidak kebablasan lagi.

jiwa jawa kopi

Secangkir kopi menambah hangat suasana

Kami segera menuju kaki bukit Seruni point untuk photo sore, menunggu sunset. Sayangnya cuaca saat itu berkabut dan matahari tertutup awan. Tidak banyak photo yang saya peroleh sore itu. Selepas matahari terbenam dan hari mulai gelap, kami segera kembali ke penginapan. Rencana kami akan menikmati sate -yg dijajakan di mobil- untuk makan malam.  Namun setibanya kami di lokasi penjual sate, tampak antrian sangat ramai. Kami pindah haluan dan menikmati makan malam di Lava Café, sebuah restoran di hotel Lava, yang terletak tidak jauh dari lokasi penginapan kami. Selesai makan malam kami segera kembali ke penginapan untuk beristirahat dan mempersiapkan energi untuk hunting dini hari esok.

makan malam lava

Makan Malam di Lava Cafe

Minggu, 29 Oktober 2017.

Jam 03.00 kami sudah siap menuju seruni point untuk sunrise photo hunting. Perjalanan dari penginapan kami menggunakan mobil ELF sampai di titik parkir, selanjutnya kami akan naik kuda. Sebetulnya saya agak khawatir kalau tidak berani naik kuda, meski dituntun. Saya ingat saat 3 tahun yang lalu ke Bromo, awalnya saya memilih jalan kaki di lautan pasir, lalu mencoba naik kuda dan rasanya ‘seram sekali’ seperti mau jatuh, deg-degan, saat itu karena takut, saya turun sebelum sampai tujuan.  Meski masih takut, tapi saya akan mencoba lagi untuk naik kuda. Kalau ternyata saya tidak berani saya akan turun dan jalan kaki, dengan resiko mungkin tertinggal teman-teman lain. Dan benar saja saat naik dan kuda mulai berjalan, saya khawatir kalau jatuh. Saya bilang sama bapak penjaga kuda, kalau saya takut naik kuda. Lalu bapak penjaga kuda menyarankan untuk rileks dan badan mengikuti gerakan/arah goyangan kuda, jangan ditahan. Dan sampailah di tempat yang dituju dengan selamat. Untuk selanjutnya  trekking, menaiki tangga menuju seruni point level 3 spot yang dipilih mas Ranar untuk kami hunting photo pagi ini. Lumayan olahraga pagi. Ada beberapa rombongan wisatawan yang juga menuju seruni point untuk menyaksikan matahari terbit dan menyaksikan keindahan Gn Bromo di pagi hari. Namun kami menuju spot yang sedikit berbeda, lebih ke atas dibanding spot untuk wisatawan pada umumnya.

pagi nan damai-bromo seruni point

Pagi nan damai. Bromo view dari Seruni Point


selamat pagi-bromo seruni1

Colorful Bromo. Selamat Pagi


suasana hunting seruni

Behind the scene. pict by pak Didik

Pagi itu cuaca cerah. Keindahan gn Bromo pagi hari itu terekam indah dalam bidikan lensa kami. Setelah hari mulai terang, kami berpindah ke spot di bawah, titik pandang tempat wisatawan. Di titik ini terdapat satu pondasi bangunan (lantai atas), mas Ranar dan mas Agung sudah menunggu di atas bangunan tersebut.  Saya segera menyusul naik dibantu oleh mas Deddy. Mas Rahmad dan teman-teman lain yang masih di atas segera turun dan menyusul kami di atas bangunan tersebut. Setelah photo-photo pemandangan, selanjutnya sesi photo keluarga dan photo narsis tidak ketinggalan.

narsis dpn kamera

Narsis dulu. Biar kayak photografer


Blue-Bromo zoom

Bromo dari dekat.


photo pagi-layering

Pagi selalu memberikan harapan baru..


narsis photo-seruni point

Narsis photo/ pict by pak Hery Januar


rame2 di Seruni Point1

Rame-rame. Pak Hery Januar, Mas Ranar, Pak Didik, pak Deddy, Triyani.

Selanjutnya kami turun menuju warung mas Agung untuk menikmati sarapan dan selanjutnya menuju spot kaki seruni point lagi untuk sesi hunting photo terakhir sebelum kembali ke penginapan.

Jika saat menuju seruni point level 3 kami diantar kuda sampai bawah tangga, saat turun menuju tempat parkir kendaraan, kami cukup berjalan kaki sambil menikmati suasana pagi yang cerah. Tidak butuh waktu lama kami sudah tiba di warung mas Agung. Kami segera memesan indomie dan minuman hangat untuk sarapan. Sayapun demikian, segelas kopi hangat dan indomie goreng menjadi menu sarapan saya. OK, ini kopi ke  5 dalam 3 hari terakhir  dan Indomie ke-3 dalam sebulan ini, Indomie pertama saat camping di Kandang Badak, dalam pendakian gn Pangrango, lalu sarapan kemarin dan hari ini. Waduhhh. … gak bener ini kalau diteruskan, tapi sesekali ga apa2 ya hahahaha #excuse lagi.

Sebelum kembali ke Penginapan kami menuju kaki seruni point, lokasi photo hunting sore kemarin. Untuk kembali hunting photo konsep human interest, penunggang kuda dengan talent mas Agung. Kami hanya berphoto sebentar lalu kembali ke Penginapan.

narsis-photo kaki seruni

Narsis lagi ajaa.. pict by pak Nugroho Wonoadi

Sekitar jam 9.40 kami sudah tiba di Penginapan, istirahat sejenak lalu bersiap untuk pulang. Jam 11 kami sudah check out dari penginapan dan kembali menyusuri jalanan menuju Bandara Juanda untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Perjalanan menuju Bandara cukup lancar. Diselingi istirahat makan siang di RM Wong Solo, lalu istriahat sejenak dan ngopi di rest area -yak saya ngopi lagi, dan ini kopi ke-6 :D-, sekitar jam 16 kami sudah tiba di Bandara, selanjutnya kami  berpisah untuk kembali ke rumah masing-masing dengan maskapai dan jadwal penerbangan yang berbeda-beda. Penerbangan saya, citilink terjadwal jam 20.00 berangkat tepat waktu. Sekitar jam 23 saya sudah tiba di rumah dg menumpang bis Bandara dan gojek. Alhamdulillah.

Pengalaman phototrip yang sangat menyenangkan. Bisa ketemu teman-teman dari lingkungan yang berbeda, sharing berbagai pengalaman, bisa belajar banyak dari para photografer dan dipotoin dengan bagus -penting ini-. Terima kasih mas Ranar dan teman-teman semua. Semoga bisa join event indonesiaphoto.tour lagi di lain kesempatan.

wefie bromo

Para peserta indonesiaphoto.tour edisi Bromo. Pak Didik, Pak Hery Januar, Triyani, Pak Nugroho, Mas Adam, Pak Deddy. Berjaket merah di ujung mas Rahmad, lokal guide yang menemani kami dari Surabaya.

Advertisements

2 thoughts on “Mengabadikan Keindahan Bromo dalam Bidikan Lensa, 27-29 Oktober 2017

  1. Keren liputannya mbak Triyani
    Tour is important, another important is how to descript and publish the result …

    Like

  2. Keren mba Yani… pingin juga tp ga bisa merangkai kalimat. Hehehe..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s